Home Media PMI / TKI BP2MI Sidik Pelanggaran BLK Di Malang.

BP2MI Sidik Pelanggaran BLK Di Malang.

SHARE
BP2MI Sidik Pelanggaran  BLK Di Malang.

Keterangan Gambar : PT CKS

mediaMERAHPUTIH.com - Malang, Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani turun langsung menyelidiki kasus 5 calon TKW kabur dari Balai Latihan Kerja (BLK) di Kota Malang. Selama di lokasi, Benny banyak menemukan adanya pelanggaran terhadap calon pekerja migran.

Terkait Temuan adanya pelanggaran oleh PT CKS yang disampaikan langsung Kepala BP2MI Benny Rhamdani turut menjadi catatan penyidik, untuk menjadi bahan penuntasan kasus
kasus kaburnya 5 calon TKW itu.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengapresiasi langkah cepat Polresta Malang Kota dalam menindaklanjuti peristiwa kaburnya calon TKW dari balai latihan kerja.

Benny menegaskan, pihaknya memberikan dukungan penuh proses penuntasan kasus yang sedang ditangani oleh Polresta Malang Kota.

"Proses hukum sedang berjalan, tentu selain kita memberikan apresiasi atas respons cepat, kita juga memberikan dukungan penuh, agar menemukan keadilan hukum bagi pekerja migran itu sendiri," ujar Benny.

Dari 5 calon TKW yang kabur dengan meloncat dari gedung 15 meter, Tiga di antaranya akan menjalani operasi. Ketiganya kini menjalani perawatan di RS Wava Husada, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kondisi kesehatan tigaTKW ini diungkap oleh Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani ynag secara khusus mendatangi ketiga korban di RS Wava Husada.

Benny merinci luka yang dialami oleh ketiga korban, pertama Baik, mengalami luka patah tulang dan akan dilakukan tindakan operasi.

Korban berikutnya bernama Minarsih, mengalami patah tulang belakang punggung, patah tulang kaki kiri. Tindakan medis yang diambil selanjutnya adalah operasi.

Terakhir adalah Fauziah, Benny menyebut calon pekerja migran ini memiliki luka cukup berat dibanding lainnya. Fauziah mengalami luka patah tulang pinggang, pantat, serta kaki. Seperti dua rekannya, Fauziah juga akan menjalani operasi.

"Fauziah ini patah tulang pinggang, patah tulang bokong dan patah tulang di kaki, ini agak berat. Dan mereka juga harus menjalani operasi," tutur Benny kepada wartawan di Mapolresta Malang Kota Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sabtu (12/5/2021).

Selama bertemu ketiganya, Benny juga berpesan agar mereka tidak takut untuk menceritakan segalanya kepada pihak kepolisian yang tengah melakukan penyidikan.

"Mereka tidak boleh takut, karena proses hukum sudah berjalan, mereka harus memberikan keterangan apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar, dan ada perlindungan negara," katanya.(Lagaligo86)